Tamasya hari ini kita akan mengunjungi sebuah desa kecil bernama Broek en Waterland. Apabila kamu berniat berkunjung ke Belanda tapi tidak mau pergi ke tempat yang terlalu banyak dikunjungi wisatawan, kamu harus memastikan untuk mengunjungi tempat ini Broek en Waterland dimana disini kamu bisa menikmati keindahan sebuah desa kecil yang masih khas Belanda banget dengan rumah-rumah kayunya yang dicat warna warna pastel dengan ornament-ornament kuno di gerbang pintunya. Dulu gerbang gerbang pintu ini biasanya dibuat untuk berbagai perayaan seperti pengantinan atau upacara kematian.

Sejak abad ke 18 desa ini memang sudah terkenal untuk keindahan baik secara harfiah ataupun kiasan, dimana kamu bisa lihat dan temukan sampai sekarang. Konon pada tahun 1781 Kaisar Joseph II pernah datang mengunjungi desa ini tapi tidak disambut karena ibu petani tidak mempunyai waktu untuk menyambutnya. Napoleon juga pernah mengunjungi desa ini pada tahun 1811 dan dia sangat terkagum dengan gazebo yang bergaya pagoda yang pada waktu itu ada didesa ini.

Broek in Waterland adalah sebuah desa di kotamadya Waterland, di Amsterdam utara, berlokasi sekitar 20 menit menggunakan mobil dari ibukota Amsterdam. Sampai tahun 1991 Broek in Waterland mempunyai kotamadya independen dengan pusat kota di Uitdam dan Zuiderwoude. Broek in Waterland mempunyai sekitar 2388 penduduk.

Broek in waterland1 small
Broek in waterland small
Broek en waterland house_1 small
Broek in waterland4 small
Broek in Waterland3 small

Desa yang dilindungi!

Jadi apa artinya dengan desa yang dilindungi. Di Belanda untuk bisa berkualifikasi sebagai desa yang dilindungi apabila Ada berbagai banguan atau sekelompok bangunan yang memiliki nilai sejarah dan diminati oleh masyarakat sesuai dengan integritas struktural dan tata ruang pemerintah Belanda. Jadi apabila ada sebuah bangunan atau tempat yang dilindungi maka bangunan dan tempat ini tidak bisa dirobohkan atau dirombak tanpa ijin dari pemimpin dan perangkat desa. Tidak hanya bangunan-bangunan yang termasuk dalam kelompok yang dilindungi, bahkan kadang-kadang bangunan biasa apabila perubahan tidak sesuai dengan tata ruang desa atau tempat tersebut maka ijin tidak akan diberikan.

Sama seperti kebanyakan desa-desa di Belanda, Broek in Waterland sangat kecil dan hanya memerlukan waktu kurang dari 2 jam dengan jalan kaki untuk menjelajahinya. Jadi apabila mengunjungi desa ini bisa juga dikombinasikan dengan mengunjungi desa desa di sekitarnya seperti Monnickendam, Volendam dan Edam. Apabila  berkunjung disini jangan lupa untuk berkunjung ke gedung yang paling tua di desa ini yaitu Gereja reformis St. Nicholas yang dibangun seminar abad ke 14. Setelah gereja ini dibakar oleh  tentara Spanyol pada tahun 1573 dan dibangun kembali sekitar tahun 1628 dengan menggunakan pondasi lama/asli dari gereja ini. Sebagian dari interior dalam gereja ini dibuat pada sekitar abad ke 17 dan ada sekitar 273 batu nisan, termasuk batu nisan dari tokoh terkenal Belanda Neetje Pater, salah seorang pemegang saham VOC.

Take care your self and see you on my next post.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.